Beranda Blog Memangun Resep Tyasing Sasomo

Memangun Resep Tyasing Sasomo

4
785
PAPELING didirikan dari semangat kedaerahan, rasa senasib dan sepenanggungan sebagai orang-orang Purbalingga yang mencoba mengadu nasib untuk bisa mempertahankan hidup dan kehidupan diri dan keluarganya. Sebagai orang perantauan yang dibesarkan di Bumi Purbalingga terkadang muncul rasa kangen dengan daerahnya, rasa kangen dengan makanan khasnya yang sulit ditemukan di perantauan dan rasa kangen dengan logat dan cara bicara yang ngapak,blaka suta, blak-blakan tanpa tedeng aling-aling.
Saat seorang perantauan dari Purbalingga berjumpa dengan perantauan yang lainnya dengan asal daerah yang sama timbul rasa dan suasana yang berbeda. Pertanyaan seputar daerah adalah hal pertama yang biasa diucapkan, dilanjutkan dengan pertanyaan kenal si-anu ngga? Suasana cair seiring dengan cairnya rasa ego sebagai seorang perantauan. Perasaan yang muncul adalah seperti menemukan sesuatu yang terpisah.
Adanya PAPELING dijadikan oleh anggota sebagai media untuk mengekpresikan rasa kangen. “Ngumpulna Balung Pisah” istilah yang paling tepat untuk mengungkapkan PAPELING sebagai media untuk tempat kumpul orang Purbalingga di perantauan. Interaksi antar anggota PAPELING yang sangat intens sebaiknya menggunakan prinsip pergaulan yang diajarkan para leluhur kita yakni “Memangun Resep Tyasing Sasono”. Ajaran ini pertama kali dilakukan oleh Sunan Drajat, yang mengajarkan tata cara pergaulan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.
Memangun resep tyasing sasomo berarti selalu berusaha membuat senang hati orang, selalu menyebar kesenangan dan menebar kasih kepada sesama. Makna kalimat tersebut kalau boleh saya terjemahkan bebas menjadi toleransi & empati. Toleransi dan empati (menempatkan diri kita sebagai orang lain) dengan perasaan orang lain akan mempermudah kita dalam bergaul. Dengan tahu perasaan dan keinginan orang lain, akan lebih mudah memecahkan dinding ego pribadi masing-masing, sehingga suasana menjadi lebih terbuka dan cair.Mari tanamkan rasa “memangun resep tyasing sasomo” di PAPELING. Matur nuwun.