PROFILE PAPELING
Paguyuban Perantau Purbalingga (PAPELING), sebuah nama yang
disepakati bersama oleh para pendiri PAPELING. Kata “PAPELING” sebagai sebuah
akronim dari Paguyuban Perantau Purbalingga yang juga memiliki makna “PENGINGAT”
dipilih dengan tujuan agar Para Perantau Purbalingga senantiasa eling/ingat
dengan ciri dasar orang Purbalingga juga sebagai pangeling-eling (Pengingat)
daerah asal Purbalingga walaupun sebagai perantau.
PAPELING dibentuk bertepatan dengan Hari Jadi Kota
Purbalingga yaitu pada tanggal 18 Desember 2010 di Monumen Nasional (MONAS)
Jakarta. Tugu Monas adalah tugu kebanggaan Bangsa Indonesia, tentunya terpilihnya
MONAS sebagai tempat dibentuknya PAPELING dengan tujuan supaya peristiwa
dibentuknya PAPELING akan senantiasa diingat/dieling.
Purbalingga yaitu pada tanggal 18 Desember 2010 di Monumen Nasional (MONAS)
Jakarta. Tugu Monas adalah tugu kebanggaan Bangsa Indonesia, tentunya terpilihnya
MONAS sebagai tempat dibentuknya PAPELING dengan tujuan supaya peristiwa
dibentuknya PAPELING akan senantiasa diingat/dieling.
Dalam perkembangan PAPELING sampai saat ini, (2013),
PAPELING terorganisasi dalam dua periode kepengurusan. Periode pertama,
Desember 2010 – Desember 2012 dimana kepengurusan dibawah kepemimpinan Ketua Umum Widhi Harsono. Sedangkan pada periode kedua, Desember 2012 – Desember 2015, yang saat ini masih berlangsung dibawah kepemimpinan Ketua Umum Wahyu Triono.
PAPELING terorganisasi dalam dua periode kepengurusan. Periode pertama,
Desember 2010 – Desember 2012 dimana kepengurusan dibawah kepemimpinan Ketua Umum Widhi Harsono. Sedangkan pada periode kedua, Desember 2012 – Desember 2015, yang saat ini masih berlangsung dibawah kepemimpinan Ketua Umum Wahyu Triono.
Pembagian Geografis
Pada saat ini anggota PAPELING tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, CIkarang, dan Depok (JABODETABEK) yang sampai saat ini sudah berjumlah sekitar 600 orang anggota. Untuk mempermudah koordinasi anggota di JABODETABEK tersebut adalah bukan permasalahan yang mudah.
Untuk mempermudah jalur koordinasi, maka dibentuklah koordinator wilayah (KORWIL) yang terbagi sesuai geografis di wilayah JABODETABEK.
Terdapat 9 korwil yang mengkoordinasi anggota di 9 wilayah yaitu: Korwil Tangerang, Korwil Jakarta Barat, Korwil Jakarta Timur, Korwil
Jakarta Utara, Korwil Jakarta Selatan, Korwil Jakarta Pusat, Korwil Bogor,
Korwil Depok dan Korwil Bekasi-Cikarang.
Jakarta Utara, Korwil Jakarta Selatan, Korwil Jakarta Pusat, Korwil Bogor,
Korwil Depok dan Korwil Bekasi-Cikarang.
Dalam perkembangan ke depannya sangatlah memungkinkan untuk mengembangkan cakupan geografis jika memungkinkan.
Satuan Tugas (SATGAS)
Dalam perkembangan PAPELING, pengurus merasa perlu untuk
membentuk satuan tugas yang bertugas menyukseskan acara papeling dalam periode tertentu. Satuan Tugas (SATGAS) pada awalnya dibentuk dalam kondisi tertentu, akan tetapi dalam perkembangannya SATGAS sangat penting untuk mendampingi PAPELING ke depannya.
membentuk satuan tugas yang bertugas menyukseskan acara papeling dalam periode tertentu. Satuan Tugas (SATGAS) pada awalnya dibentuk dalam kondisi tertentu, akan tetapi dalam perkembangannya SATGAS sangat penting untuk mendampingi PAPELING ke depannya.
Terdapat 2 satuan tugas(SATGAS) yang sudah dibentuk PAPELING yaitu
- SATGAS Papeling Tanggap Bencana (PAGANA),Yang melatarbelakangi terbentuknya SATGAS PAGANA adalah bermula dari
keprihatinan dan kepedulian para anggota papeling terhadap bencana alam yang
menimpa warga Purbalingga pada tahun 2012 sehingga mengakibatkan penderitaan
bagi warga yang terkena musibah tersebut. Secara spontan pengurus membentuk sebuah satuan tugas (SATGAS) dan diberi
nama SATGAS PAGANA yang saat itu langsung bergerak mengumpulkan dana bantuan
dari sesama Warga Purbalingga yang berada di JABODETABEK. Hasil saweran
tersebut kemudian disalurkan langsung kepada para korban bencana di
Purbalingga. Dalam perkembangannya, PAGANA memberikan kontribusi yang cukup
berarti kepada Warga PAPELING yang terkena dampak banjir pada Februari 2013 di
Jakarta dan sekitarnya. - SATGAS
Sodaqoh dan Infaq PAPELING (SIP). Tujuan dibentuknya SATGAS SIP adalah untuk mengakomodasi keinginan para
anggota PAPELING yang berniat untuk menyalurkan sodaqo dan infaq-nya melalui
PAPELING. Kegiatan SATGAS SIP saat ini masih dalam tahap penggodokan.
Kegiatan PAPELING
Kegiatan PAPELING terbagi dalam dua jenis yaitu kegiatan
rutin tahunan dan kegiatan situasional. Kegiatan rutin tahunan adalah kegiatan
yang dilakukan setiap tahun dalam periode tertentu sedangkan kegiatan
situasional adalah kegiatan yang dilakukan berdasarkan situasi yang diperlukan.
rutin tahunan dan kegiatan situasional. Kegiatan rutin tahunan adalah kegiatan
yang dilakukan setiap tahun dalam periode tertentu sedangkan kegiatan
situasional adalah kegiatan yang dilakukan berdasarkan situasi yang diperlukan.
Kegiatan rutin tahunan antara lain :
·
Perayaan Ulang Tahun PAPELING, yang dimeriahkan
dengan kegiatan kejuaraan antar KORWIL PAPELING dari Seksi Pemuda dan Olahraga.
Perayaan Ulang Tahun PAPELING, yang dimeriahkan
dengan kegiatan kejuaraan antar KORWIL PAPELING dari Seksi Pemuda dan Olahraga.
·
Gelar Seni Budaya & Kuliner Purbalingga,
yang merupakan ajang kreatifitas Warga Perantauan Purbalingga untuk menampilkan
kesenian dan kreatifitasnya dan kejuaraan kuliner antar KORWIL PAPELING
Gelar Seni Budaya & Kuliner Purbalingga,
yang merupakan ajang kreatifitas Warga Perantauan Purbalingga untuk menampilkan
kesenian dan kreatifitasnya dan kejuaraan kuliner antar KORWIL PAPELING
·
Halal Bi Halal dan Santunan Anak Yatim,
merupakan kegiatan PAPELING untuk dapat saling bersilaturahmi dan berbagi
terhadap saudara-saudara di Purbalingga yang kurang beruntung. Dengan Moto “Mari
bersilaturahmi dan berbagi”
Halal Bi Halal dan Santunan Anak Yatim,
merupakan kegiatan PAPELING untuk dapat saling bersilaturahmi dan berbagi
terhadap saudara-saudara di Purbalingga yang kurang beruntung. Dengan Moto “Mari
bersilaturahmi dan berbagi”
Dinamika PAPELING
PAPELING mengalami dinamika seperti layaknya sebuah
Organisasi Masa. Akan tetapi pengurus berprinsip dinamika adalah sebuah proses
yang harus dilewati untuk menuju organisasi yang semakin dewasa dan semakin
matang dalam perkembangannya. Hal yang paling prinsip di PAPELING adalah bahwa
PAPELING bukanlah organisasi politik dan bebas dari kepentingan politik.
Organisasi Masa. Akan tetapi pengurus berprinsip dinamika adalah sebuah proses
yang harus dilewati untuk menuju organisasi yang semakin dewasa dan semakin
matang dalam perkembangannya. Hal yang paling prinsip di PAPELING adalah bahwa
PAPELING bukanlah organisasi politik dan bebas dari kepentingan politik.
PAPELING juga melakukan kolaborasi dengan Paguyuban lain
yang berada di Jakarta dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Kolaborasi ini
diharapkan akan lebih menguatkan jalinan silaturahmi antar paguyuban di
JABODETABEK.WaY, Agustus 2013
yang berada di Jakarta dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Kolaborasi ini
diharapkan akan lebih menguatkan jalinan silaturahmi antar paguyuban di
JABODETABEK.WaY, Agustus 2013





















