Purbalingga, 27 Januari 2026 — Paguyuban Perantau Purbalingga (PAPELING) melalui unit kemanusiaannya, PAGANA (PAPELING Tanggap Bencana), bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Purbalingga. Aksi kemanusiaan ini menyasar sejumlah wilayah terdampak parah, yakni Desa Serang, Desa Kutabawa, dan Desa Sangkanayu.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, banjir bandang menyebabkan kerusakan signifikan. Di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tercatat 78 rumah terdampak, tujuh rumah hanyut, puluhan hewan ternak mati atau terbawa arus, serta tiga rumah mengalami kerusakan berat. Bencana tersebut juga mengakibatkan dua jembatan terputus, tujuh sepeda motor, dan dua mobil hilang terbawa arus.
Di Kecamatan Karangreja, tepatnya Desa Kutabawa Dusun Bambangan, sebanyak 29 rumah mengalami rusak ringan. Selain itu, sekitar 60 hektare lahan pertanian gagal panen, 1.000 sak pupuk dan alat pertanian hilang, tiga sepeda motor hanyut, serta akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang 12 meter. Jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan juga dilaporkan ambruk.
Kerusakan terparah terjadi di Desa Serang. Di Dusun Kaliurip, 36 rumah rusak berat akibat tertimbun lumpur, batu, dan kayu, enam rumah rata dengan tanah, serta sekitar 500 jiwa terpaksa mengungsi. Sementara di Dusun Gunung Malang, tercatat 12 rumah rusak berat, enam rumah terancam, dua ruas jalan kabupaten terputus, dan dua jembatan mengalami kerusakan. Dalam peristiwa ini, satu warga mengalami luka berat dan satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, PAGANA PAPELING menyalurkan bantuan berupa air bersih dan logistik sembako. Distribusi air bersih dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, dua armada air bersih disalurkan ke Desa Serang, dengan salah satu armada membawa kapasitas 7.000 liter. Tahap kedua, dua armada kembali dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih ke Desa Kutabawa dan Desa Sangkanayu dengan kapasitas masing-masing 7.000 liter. Pada tahap ketiga, pendistribusian air bersih kembali dilakukan dengan kapasitas serupa. Selain itu, bantuan logistik berupa sembako juga disalurkan kepada warga terdampak.
Melalui kegiatan ini, PAPELING berharap kehadiran PAGANA di lokasi bencana dapat membantu meringankan beban para korban serta menjadi wujud nyata kepedulian perantau Purbalingga terhadap saudara-saudara di kampung halaman.


























