Tanggal 9 – 10 Maret di wilayah Bandung Raya diadakan Acara Gebyar Budaya Tepung Taun Genta Sentramas. Gerakan Cinta Kesenian tradisional Banyumasan Bandung Raya.
Genta Sentramas adalah organisasi sosial masyarakat bidang Seni Budaya. Berdiri di Kota Bandung pada tanggal 19 Maret 2017. Deklarasi di Aula Fisip Unpad Jl. Bukit Dago Utara No.25 Kota Bandung. Dimotori oleh tokoh-tokoh masyarakat, budayawan, akademisi,
seniman tradisional, paguyuban dan komunitas Banyumasan yang berdomisili di
wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Ditetapkan berdasarkan Akta Notaris Mumuh
Muhsin Wiramihardja, SH Nomor 03 Tanggal 02 Mei 2017 dan Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Azasi Manusia RI Nomor AHU 0007567.AH.01.07 Tahun 2017 Tanggal 06
Mei 2017
Paguyuban Linggamas, Papeling Korwil Bandung, Papermas Korwil Bandung,
Pagermas, Paguyuban Sidareja, Paguyuban Tiyang Jawi, Paguyuban Warga Giyanti,
Paguyuban Gotong Royong, Paguyuban Serayu Krido Laras, Jariwaka, Sanggar Tari
& Rias Esa Ariyanti, Lodaya Jati Waseso, Sinom Budoyo, Langen Budoyo,
Campur Sari Tirta Indah Kencana, Cakra Budaya, Serayu Krido Budoyo, Sedulur
Sekanca Sekar Bima Wilayah Bandung, Komunitas Sugino Siswo Carito Wilayah
Bandung Raya (Bawor Moncer), Koordinator Lintas Komunitas, Kompak, Republik
Ngapak Poswil Bandung, dan partisan seni tradisional.
Pertama diselenggarakan dalam rangka Penetapan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah
Tangga & Kebijakan Umum, Penyusunan Dewan Kehormatan dan Pemilihan Pengurus
Periode Masa Bakti 2017-2022.
aktif di Bidang Seni-Budaya Banyumasan dan sebagai wadah aspirasi Pandhemen (penggemar),
Penanggap serta Pelaku Seni dalam satu wadah gerakan. Sedangkan medsos dan mass
media lainnya dipergunakan untuk saling berkomunikasi dan tukar informasi.
meningkatkan kesejahteraan warga Banyumasan di Wilayah Bandung Raya dan
sekitarnya, khususnya yang mempunyai eksistensi kesenian tradisional tanpa
membedakan asal-usul profesi, latar belakang pendidikan dan pekerjaan.
khususnya Kesenian Tradisional Banyumasan yang berasal dari Wilayah
Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascapkeb),
dengan cara mengadakan pelatihan melalui padepokan seni, kegiatan Seni Kriya
Wayang Kulit & Golek, diskusi budaya, ivent dan/atau pagelaran-pagelaran
seni meliputi; Wayang Kulit & Wayang Golek, Jemblungan, Lengger, Sintren,
Calung Banyumasan, Ketoprak, Tonil, Drama, Dagelan, Ebeg (Ebleg/Jaran
Kepang/Kuda Lumping), Cepetan, Begalan, Buncis, Beksan (Tari) Banyumasan, Ndolalak,
Aplang, Angguk, Gendhing, Kidung, Mocepatan, Campursari, Genjring (Janeng),
Kenthongan Thek-thek, Sastra Banyumasan, Film, dll.(sumber : fb Group
Genta Sentramas)
Bandung sendiri menampilkan THEK-THEK KENTHONGAN PRINGBALINGGA dan Kesenian
Kuda Lumping (EBeg) yang sangat menghibur masyarakat dalam acara tersebut.
berbagai kesenian banyumasan seperti : Wayang Kulit oleh Dalang Ki Guntur Riyanto
dengan Lako Kresna Gugah. Selain itu ditampilkan kesenian Wayang Golek, Fragmen
Wayang Orang, Ketoprak, Lengger Banyumasan serta tidak ketinggaka Bazaar UKM
dan UMKM dar stand komunitas se Ex Karesidenan banyumas di Bandung Raya…
Anoman diperankan oleh mbah Bungkus di ketoprak Krida Budaya.
























