
Jendral SudirmanJendral Soedirman pahlawan nasional yang lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916, dan wafat di Magelang, 29 Januari 1950 adalah seorang pahlawan Indonesia yang berjuang pada masa upaya kemerdekaan Republik Indonesia.
Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta
Sudirman dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya, Karsid Kartowirodji, adalah pekerja Pabrik Gula Kalibagor, dan ibunya, Siyem, keturunan Wedana Rembang. Sudirman sejak umur 8 bulan diangkat sebagai anak oleh R. Tjokrosoenaryo, Asisten wedana Rembang, yang masih merupakan saudara dari Siyem.
Sudirman mengenyam pendidikan dasar di sekolah HIS di Cilacap pada 1923-1930, dilanjutkan ke sekolah MULO Taman Dewasa (hanya 1 tahun), dan pindah ke Perguruan Parama Wiworotomo (selesai 1935). Kemudian Sudirman melanjutkan ke sekolah HIK di Solo, meski tidak tamat.
Semasa sekolah, Sudirman muda aktif dalam kegiatan kepanduan. Pertama ia bergabung dengan Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), kemudian menjadi anggota Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Muhammadiyah.
Pahlawan Nasional : Usman Janatin
Usman Janatin bin H. Ali Hasan (Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, 18 Maret 1943�Singapura, 17 Oktober 1968) adalah salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Marinir) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia.Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Harun, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965 (lihat Pengeboman MacDonald House).
Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.