Wisata Sungai “The Gintung Enjoy” Purbalingga

14
25
DUSUN MELAYANG
WISATA ALTERNATIF yang SANGAT DINANTIKAN

Mutiara dalam lumpur,begitu istilah yang cocok untuk menyebut sebuah kampung yang berada di bantaran sungai Gintung,Kampung itu bernama Dusun Melayang.

Dari historisnya penulis sendiri tidak paham kenapa disebut “Melayang” tetapi secara gampang saja penulis bisa menyimpulkan kenapa kampung itu disebut melayang,karena memang secara geografis letaknya terpisah dari Dusun-dusun lain di Desa Sidareja-Kec.Kaligondang.

Dari empat dusun di desa Sidareja,yakni Peninis,Karang Maja,Pecatutan dan Melayang,hanya satu Dusun yang letaknya jauh terpisah dari Desa Induknya,karena ketiga dusun secara geografis menyatu di dataran tinggi yakni Dusun Peninis,Dusun Karang Maja dan Dusun Pecatutan,namun satu-satunya yang berada di lembah dan bantaran sungai adalah Dusun Melayang,maka tak heran jika dusun itu menjadi sesuatu yang unik dan menarik.

Bukan hanya ungkapan unik dan menarik,tetapi secara obyektif memang demikian,karena dusun itu adalah merupakan ujung barat dari perbatasan antara Kecamatan Kaligondang dan Karanganyar serta satu lagi Grumbul yang ada di Dusun Melayang yaitu Grumbul Jomblang juga menghubungkan Kecamatan Kaligondang dengan Kecamatan Karang Moncol.
Seiring berkembangnya Wilayah Kecamatan Karanganyar yang telah melakukan Pemekaran yakni menjadi Kecamatan Kertanegara dan Kecamatan Karanganyar, maka secara Geografis  Dusun Melayang sekarang menjadi Dusun yang menghubungkan 4  Kecamatan,yakni Kecamatan Kaligondang,Kecamatan Karanganyar,Kecamatan Karang Moncol dan Kecamatan Kertanegara.
Di antara ke empat kecamatan tersebut hanya dibatasi oleh sebuah aliran sungai yang merupakan pertemuan dari Sungai Tambra,Sungai Kuning dan Sungai Gintung, dan di antara tempuran sungai tersebut terdapat Kedung yang cukup dalam dan unik yakni “Kedung Cucruk”.Kedung Cucruk digunakan sebagai penghubung antara ketiga kecamatan,yakni Kaligondang,Karanganyar dan Kertanegara,namun demikian sarana transportasi yang digunakan masih menggunakan gethek / rakit sebagai sarana transportasi tradisional di kampung Melayang,pemandangan yang luar biasa indah dapat kita jumpai di sana,karena di kiri dan kanannya kita dapat melihat view pemandangan perbukitan yang sangat indah, dan di atas kedung cucruk sendiri ada makam yang menurut orang pribumi menyebutnya sebagai “Makam Pendita Lara” yang terletak di perbukitan “Kebo Gemulung”.

Batu-batu cadas yang ada dipinggiran kedung Cucruk menjadi tempat yang sangat asyik untuk bersantai,karena selain melihat-lihat pemandangan yang indah di sekitar Kedung Cucruk,kita juga dapat sambil mancing ikan yang ada di Kedung Cucruk tersebut,dari jaman dulu sudah banyak para wisatawan local yang berkunjung kesana,selain hanya sekedar mancing,banyak juga yang melepaskan kepenatan setelah seminggu beraktifitas di kota-kota seperti Bobotsari,Purbalingga bahkan banyak juga yang dari Purwokerto sengaja mancing ke Kedung Cucruk.
Tidak jauh dari lokasi itu yakni kurang-lebih 2 km terdapat sebuah makam yang sangat legendaris yakni “Makam wangi” yang juga terdapat di bantaran sungai Gintung tepatnya di Desa Pagerandong,untuk sejarah makam wangi sendiri masih belum terungkap secara pasti,hanya saja sepintas penulis akan menggambarkan kondisi makam wangi secara singkat, makam wangi merupakan sebuah makam yang di dalamnya terdapat makam keturunan wali (penyebar agama Islam di Kabupaten Purbalingga) yang masih ada hubungannya dengan Syeh Jambu Karang (Ardi Lawet),makam tersebut sangat keramat,dan banyak sekali yang sering berkunjung kesana dengan tujuan untuk berziarah.
Makam tersebut kurang lebih seperti kebun raya mini,karena terdapat berbagai macam pepohonan yang  sangat langka,seperti rotan.dan pohon-pohon yang jarang kita jumpai di tempat lain.
Oleh karena hal tersebut penulis sangat tertarik untuk membuat sebuah artikel mengenai “Wisata Alternatif yakni The Gintung Enjoy,yang mencoba menawarkan wisata di bantaran sungai gintung yang terdiri dari Kedung Cucruk,Makam Wangi dan satu lagi yang juga menjadi sebuah wisata alternative adalah proyek Bendung Slinga yang masih dalam satu Daerah aliran Sungai yakni DAS Gintung,oleh karenanya kami menyebut istilah wisata sungai tersebut menjadi wisata Sungai “The Gintung Enjoy”.
Wisata alternative ini menjadi tempat yang sangat cocok untuk refreshing,karena setelah seminggu kita melakukan aktifitas di kota-kota besar tentunya kepenatan sangatlah memaksa kita,sehingga perlu sebuah alam yang menyejukan dan memberikan kesegaran kembali kepada rohani kita untuk dapat melakukan aktifitas kembali pada har-hari kerja berikutnya.
Selain kita dapat menikmati pemandangan yang indah kita juga dapat melakukan kegiatan “Nelayan mini” seperti mancing,njala,njaring,masang wuwu dan juga nedong atau marak kali, jadi sangat lah menyenangkan tentunya,setelah kita menangkap ikan langsung di kali kemudian kita dapat memasaknya langsung juga di bantaran sungai yang nantinya akan dilengkapi juga dengan gubuk-gubuk kecil dengan fasilitas pendukung seperti sarana bakar ikan,sarana masak dan juga sarana hiburan lainnya.
Setelah siang hari kita kita refreshing,kita juga dapat beristirahat di kampung yang penuh ketenangan dengan segala makanan khas tentunya yang dapat anda nikmati disana,seperti pecak tawes,pelas udang,oseng uceng atau kripik uceng dan berbagai makanan lain yang juga produksi melayang siap menjadi oleh-oleh sepulang anda berkunjung kesana,selain sale pisang,keripik singkong,keripik talas juga ada jenang madu sirat yang bisa anda bawa pulang sebagai buah tangan.
Oleh:Mukhyono

14 COMMENTS

  1. Yang seperti ini masih sangat jarang dipublikasikan, maturnuwun dumateng Mas Mukhyono ulasanipun.

    Potensi hanya akan tetap menjadi potensi ketika tidak ada yang mengelola, pemberdayaan warga tentu menjadi sesuatu yang bijak.

  2. Kang Nasleem……..ini sudah sejak lama saya ingin sekali Publikasikan, dan pada Tahun 1984 juga sudah menjadi desa kunjungan wisata,karena pada saat itu ada rencana Proyek PLTA di sana tetapi entah sebab dan musabab apa sehingga dipindahkan ke Mrica Banjarnegara

  3. Kang Eko Susilo,Tempatnya luar biasa menarik dan kalau saja rekan-rekan sudah berkunjung kesana,Insya Allah akan merasakan kesejukan dan ketenangan,karena suasananya memang begitu indah dan menyejukan,tepat sekali untuk Refreshing….

  4. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai wisata sungai gintung indonesia.Benar benar sangat bermamfaat dalam menambah wawasan kita menjadi mengetaui lebih jauh mengenai tempat wisata di indonesia.Saya juga mempunyai artikel yang sejenis mengenai indonesia yang bisa anda kunjungi di sini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here