Home » » Pesta Rakyat Papeling untuk Indonesia

Pesta Rakyat Papeling untuk Indonesia

Written By irwan tunggal on 13/08/18 | 15.40

Sudah tidak asing lagi rasanya, satu hari disetiap tahun yang akan dirasakan oleh semua orang di Negera Indonesia tercinta ini, siapa yang tidak tahu dengan ada apa di setiap tanggal 17 Agutusan di setiap tahunnya? ya ,,,, hari Kemerdekaan Indonesia.

Rasanya setiap orang pasti merasakan senang walau tidak ikut berperang untuk memperjuangkan kemerdekaan tanah air kala itu, tapi masih banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mengisi Kemerdekaan.

Dan dalam menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73, Papeling menggelar kegiatan bertakjub "Pesta Rakyat Papeling untuk Indonesia" yang telah sukses digelar kemarin Minggu 12 Agustus 2018 di kawasan Wirasandi Cijantung Jakarta Timur.

Dalam event mengisi kemerdekaan "Pesta Rakyat Papeling untuk Indonesia" yang diketuai oleh Kang Eno dan tim Panitia menyajikan perlombaan  perlomban yang sangat menarik sekaligus turut melestarikan kembali permainan "tempo doeloe" seperti Lomba Bakyak Racing, Gobag Sodor, Egrang dan Tarik tambang. Lomba lomba tersebut pun sebenarnya memiliki makna mendalam dan mempunyai filosofi misalnya tarik tambang lomba ini bukan hanya adu kekuatan, tanpa tim yang kompak kemenangan sulit diraih dan tarik tambang mengajarkan tentang gotong royong, kebersamaan dan solidaritas

Perlombaan tersebut diikut oleh korwil korwil yang ada di Papeling. Sorakan dan teriakan sepanjang perlombaan tak terbendung mengingat antusiasnya para anggota Papeling dalam mendukung Korwilnya yang berlaga, dan diakhir lomba keluarlah para Juara :

Lomba Egrang 
Juara 1 : Korwil Bogor Timur
Juara 2 : Korwil Jakarta Utara

Lomba Gobag Sodor
Juara 1 : Korwil Jakarta Barat
Juara 2 : Korwl Jakarta Utara

Lomba Bakyak Racing
Juara 1 : Korwil Jakarta Pusat
Juara 2 : Korwil Bogor Timur

Lomba Tarik Tambang
Juara 1 : Korwil Jakarta Utara
Juara 2 : Korwil Bogor Barat
Juara 3 : Korwil Depok

Takir


Selain lomba ada satu hal yang menarik dan menyita Perhatian para anggota yaitu"takir" takir adalah daun pisang yang dilipat sehingga berbentuk kotak dan dikuatkan dengan "biting" di 2 ujungnya, makna Takir sendiri adalah Takwa dan Zikir, takir juga melambangkan kesederhanaan dan kedekatan manusia dengan alam. Takiran sebenarnya tradisi yang disajikan pada saat memasuki malam ke 21 pada bualan puasa dan  ide takir dalam penyajian makanan untuk santap siang "madang"  ini sangat luar biasa kreatif dari tim Panitia dan yang lebih menariknya lagi isi dari pada takir tersebut tidak boleh olahan yang terbuat dari daging atau ayam, sehingga kita temukan masakan masakan yang merakyat.


coretan : @IM
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Design by: Darmanto.com - Copyright © 2011. Paguyuban Perantau Purbalingga - PAPELING
Powered by Blogger