Latest Post

PAPELING PEDULI SEDULUR BANJARNEGARA, Liputan Milad ke-4

Written By Wahyu Triono on 23/12/14 | 15.58

papeling.org
Jakarta, Menjelang akhir tahun 2014, sepuluh hari menjelang pelaksanaan Milad Papeling ke-4 tepatnya pada tanggal 11 Desember 2014 terjadi musibah bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Bencana yang menelan korban ratusan jiwa tersebut menimbulkan rasa duka yang mendalam bagi sedulur-sedulur perantauan Purbalingga.




Adalah PAGANA, Papeling Tanggap Bencana, yang diketuai oleh Kang Suyoto dibantu kang Kasdianto langsung berkoordiansi dengan Ketua Umum Papeling guna menggalang bantuan untuk sedulur-sedulur di Banjarnegara yang masih satu rumpun Banyumasan. Pada acara puncak Milad Papeling ke-4, PAGANA mengumpulkan bantuan dari sedulur PAPELING berupa pakaian layak pakai, dan dana untuk korban tanah longsor di Banjarnegara.

Sampai berita ini ditulis, dana bantuan sudah terkumpul sekitar delapan juta rupiah-an dan juga pakaian dan selimut. Bantuan akan disalurkan segera dalam waktu dekat. Semoga bermanfaat dan barokah.

Tumbuh Kembang PAPELING, Liputan Milad

papeling,org
Jakarta 2014, Rangkaian kegiatan dalam rangka Milad Papeling ke-4 berupa kegiatan olah raga dan seni budaya dapat dijadikan sebagai tolak ukur peningkatan atau penurunan performa dari masing-masing korwil. Berikut catatan-catatan peningkatan performa korwil PAPELING.

Korwil Laskorta - Tangerang, Meraih prestasi sebagai Juara 1 "Turnamen Bulutangkis" antar korwil dimana pada tahun sebelumnya Korwil Adalah runner up dari kejuaraan yang sama. Korwil Tangerang juga menampilkan Parodi Fashion Show dengan judul "Imbas Kenaikan Harga BBM" yang cukup membuat anggota dari korwil lain takjub dan terhibur dengan penampilannya.



Korwil Jakarta Pusat, Meraih prestasi sebagai Juara 1 "Turnamen Futsal" antar korwil, dimana pada tahun sebelumnya dipegang oleh Jakarta Timur. Pada acara puncak Jakarta Pusat menampilkan Geplak (Lawak Banyumasan) sebagai pemandu acara dan kesenian Ebeg (personil dari anggota).




Korwil Bekasi Cikarang Karawang - Becik, Dalam puncak acara kegiatan berhasil mempertahankan Juara Lomba Kuliner tiga tahun berturut-turut semenjak kali pertama diadakan lomba kuliner. Apa resep mereka? "Selalu mencoba ide-ide baru, memahami kriteria perlombaan, thinking out of the box, percaya diri kompak dalam team, pembagian tugas dan support dari semua anggota becik", demikian dikatakan Siti Fatimah, salah satu Punggawati Becik.


Korwil Jakarta Timur, Adalah tuan rumah yang berhasil menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalama rangka Milad Papeling Ke-4 dan Peringatan Hari Jadi Kota Purbalingga ke-184 dengan sukses.



KEMERIAHAN MILAD PAPELING KE-4

papeling.org
JAKARTA, Hari Minggu, 21 desember 2014 bertempat di Anjungan Jawa Tengah-Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Paguyuban Perantau Purbalingga "PAPELING" merayakan ulang tahunnya yang ke-4, di mana yang di hadiri kurang lebih seribuan anggota dari sembilan korwil di Jabodetabek dan para tamu undangan dari berbagai paguyuban baik tetangga kabupaten seperti paguyuban dari Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pemalang, maupun paguyuban desa/kecamatan di Purbalingga, juga paguyuban pendukung klub Persibangga "BRALING MANIA", komunitas biker, komunitas pecinta wayang (KSSC), Republik Ngapak dan paguyuban-paguyuban lainnya. Acara yang dihadiri dewan Penasehat PAPELING Ibu Hj. Ning Soedjito & Bp. Purbadi, dewan Pembina Kombes Pol Eko Kristianto SiK, Msi, Budiyono & Ali Safrudin, juga dimeriahkan dengan penampilan B2U (H. Bolot, Burhan & Uding Nganga) yang menghibur para hadirin dengan lelucon segar.



Peringatan milad PAPELING yang ke-4 juga untuk memperingati Hari jadi Kota Purbalingga yang ke-184 dilaksanakan di Anjugan Jawa Tengah - TMII dengan tujuan untuk memperkenalkan budaya dari Purbalingga. Dengan tema "Kenali Potensi Budaya Sendiri" panitia, yang diketuai oleh Kang Jasam" menampilkan budaya-budaya asli daerah seperti lawak banyumasan "GEPLAK", Ebeg dan juga Kentongan Tekek "PANDAWA PAPELING". 





Peringatan Milad ke-4 di TMII adalah merupakan puncak kegiatan dari rangkaian kegiatan lainnya dimana pada akhir November dan awal bulan Desember 2014, PAPELING menyelenggarakan turnamen futsal antar korwil dan turnamen bulutangkis antar korwil. Sedangkan lomba kuliner berupa lomba tumpeng antar korwil di gelar bersamaan dengan puncak kegiatan di TMII tersebut. 






Kegiatan-kegiatan yang dilakukan PAPELING merupakan wahana silaturahmi antar sesama Perantauan dari Purbalingga, menjaga keguyuban dan kerukunan dan merupakan kontribusi PAPELING untuk menjaga kelestarian budaya daerah Purbalingga.






PAPELING Semakin Dewasa & Yang Belum Dewasa

Written By Wahyu Triono on 16/12/14 | 09.11

JAKARTA,paguyuban perantau Purbalingga atau yang di kenal dengan PAPELING yang sebentar lagi akan bertambah usianya 4 tahun atau menginjak tahun yang ke 5 . Pada usia 4 tahun tentunya perlu pengawasan ketat dari pengasuhnya agar kelak menjadi berguna bagi agama bangsa dan negara, dimana pengarahan yang senantiasa di berikannya untuk itu papeling yang bisa di anggap sebagai anak kecil yang baru bisa lancar berbicara tentunya sudah bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat pada diri dan yang lainya.Maka dari itu papeling harus belajar lebih banyak lagi di mana agar bisa bermanfaat lebih besar lagi, semakin dewasanya papeling tentunya membawa perubahan perubahan besar.

Papeling yang di bangun dengan rasa kebersamaan rasa paseduluran untuk menjalin tali silaturahmi sama warga purbalingga. Membesarkan sebuah paguyuban tidak semudah membalikan telapak tangan banyak , banyak tantangannya dari anggota itu sendiri maupun dari yang lainya, untuk itu bersikaplah dewasa menghargai orang tidak ada rasa GEMEDE .. di papeling sifatnya bantu membantu bergotong royong . Kita angkat tinggi panji panji papeling sesuai dengan cita citanya.. karena papeling sangat jelas visi misinya, papeling sudah banyak berbuat yang bermanfaat bagi orang lain.untuk itu mari rekatkan kemabali agar lebih kuat dan tahan lama..

Ayo kita bangun Papeling semakin besar dan  berkibar agar bisa bermain secara mandiri .. kita songsong papeling kedepan agar lebih baik lagi..
papeling semakin dewasa semakin mengerti papeling ..maksudnya semakin dewasanya papeling semakin dewasanya Pengurus pusat korwil dan anggotanya jangan sampai timbul perpecahan menyebabkan belum dewasanya papeling..
akhirul kata " SELAMAT ULANG TAHUN PAPELING dan TAHUN BARU 2015..
JAYALAAAAAAH PAPELING SELAMANYA..
Papeling yes papeling yes papeling yes
Purbalingga ok.

izroil JB024

TROPY BERGILIR EMANG DI GILIR

Written By Wahyu Triono on 01/12/14 | 10.45

JAKARTA bertempat di Halim Futsal Pondok Gede Jakarta Timur Paguyuban Perantau Purbalingg (PAPELING) menyelenggarakan turnamen Futsal ( PAPELING CUP ) . 
Turnamen yang di selenggarakan setiap tahun dan untuk memperebutkan Tropy bergilir adalah yang kali ke 4 dalam rangka untuk memeriahkan hari ulang tahun papeling yang ke 4 tahun juga . Seperti tahun tahun sebelumnya peertandingan yang di ikuti 8 tim dari masing masing korwil yang memberangkatkan timnya. Yaitu Korwil Jakbar, Korwil Jakpus , Korwil Jakut,Korwil Jaksel,Korwil Jaktim,Korwil Becik ( Bekasi Cikarang), Korwil Depok dan Korwil Tangerang .
 
Kegiatan turnamen futsal sebagai ajang silaturahmi dan untuk memperat rasa paseduluran kata Kang JASAM dalam sambutanya sekaligus sebagai ketua panitia Milad Papeling ke 4,
Menjunjung tinggi sportifitas ( fair play) dalam setiap pertandingan yang harus di utamakan kata Ketua Papeling ( Bapak Wahyu Triono) di dalam sambutanya .

Setiap menyelenggarakan pertandingan banyak kekurangan itu pasti ada ini sebagai pembelajaran dan insyallah di tahun yang akan datang dapat di maksimalkan secara baik di saat papelingsport.com menemui di tengah tengah pertandingan Mas Djojoe Afid Nuroso sebagai wakil penyelenggara karna ketua penyelenggara sedang sakit dan memintakan doanya agar cepat di sembuhkan.
wahyu triono

TROPY BERGILIR EMANG DI GILIR


TROPY BERGILIR EMANG DI GILIR


Sangat meriah yang di hadiri penonton kurang dari seribu apalagi dari masing masing tim membawa pendukungnya untuk memberikan semangat kepada timnya.
Pertandingan yang di mulai jam 09 s/d jam 16 WIB yang di awali pertandingan pembukaan antara pengurus pusat papeling dan ketua korwil yang berakhir imbang 1.1 .

Selama 8 jam pertandingan tiada henti hanya di selingi waktu istirahat 1 jam di Final antara Jakpus versus jaktim sebagai juara bertahan yang banyak di unggulkan dengan skor 5:3 dan ternyata Tropy bergilir benar benar di gilir dan di boyong ke jakpus jadi yang belum mendapatkan tropy bergilir tunggu di musim yang akan datang tentunya agar berlatih lagi , ketua korwil jakpus kang Tony yang di mintai komentarnya (papelingsport) yang mendampingi timnya hingga usai mengucapkan syukur Alhamdulillah cita citane kesembadan juara siji bahwa timnya berhasil memboyong Tropy bergilir dan bertrimakasih kepada timya yang bermain secara apik dan kompak tidak sia sia membuatkan Jersy terbarunya dengan bertuliskan Logo Gupak dia juga berjanji akan mengadakan syukuran dan selamatan akan memotong kambing ujarnya dan tidak lupa mengundang dari papelingsport.

Tidak kalah kegembiraanya capten dari jakpus sony dia tampak semangat dan terbata bata tatkala papeling sport menyambangi mereka di keluapan kegembiraan dan bersyukur tidak terkira bahwa bisa membawa tropy pulang dan siap mempertahankanya musim tahun yang akan datang.
okelah kalau begitu . Pokoke selamat ya gari nunggu undangan selametane
izrbardisun024.

Turnamen Futsal & Badminton Antar Korwil

Written By Wahyu Triono on 21/11/14 | 16.18



Dalam rangka memperingati milad Papeling ke-4 & Hari jadi Kota Purbalingga, Paguyuban Perantau Purbalingga (PAPELING) mengadakan "Turnamen Futsal & Badminton Antar Korwil Se-JABODETABEK Pada:

Hari/Tanggal   : Minggu, 30 November 2014
Pukul               : 09.00 - Selesai
Tempat            : Halim Futsal - Jakarta Timur

Hadir & Saksikanlah dengan sportif!!!

Putri Ayu Limbasari

Seuwise Legenda Putri Ayu Limbasari de posting ning blog kiye,rupane akeh pendapat utawa komentar sing macem-macem.Salah siji komentar sing ngganggo jeneng Anonim akeh banget nglengkapi cerita babagan Legenda Putri Ayu Limbasari kue,mangkane kanggo supayane wong sing agi nggoleti PUTRI AYU LIMBASARI - Ing jaman menika wonten sawijining desa ingkang dijeegi desa “NIMBASARI”. Ing desa Nimbasari wonten sawijinig padepokan ingkang dipimpin dating Syeh Gandiwasi. Gandiwasi duweni bojo ingkang name Nyi Gandiwasi. Tresno Menika anggawe putra ingkang name Ktut Wlingi. Ketut Wlingi nduweni bojo ingkang nami Siti Rumbiyah. Lajeng sajodo menika diparingi putra ingkang bagus lan putri ingkang ayu, ingkang diparingi nami Wlingi Kusuma lan Diah Wasiati.

Ing sawijining dinten para pendiri padepokan Nimbasari ngrembug rencana pembangunan irigasi kanggo tetanen lan nyukupi banyu bersih kanggo warga padepokan. Banjur enten pinemu saking Ktut Wlingi yaiku ngajak kabeh warga sing sehat lanang wadon, tua enom bareng-bareng nyambut gawe gugur gunung supados enggale rampung. Kacaritos wekdal mbangun irigasi menika Patrawangsa tiba marang kedung lan paloya lan kanggo pepemut mbesuk nek ana rejaning jaman panggonan kene di arani “Patrawisa” lan saluran iki uga diparingi tetember “Kali Wlingi”.

Sauwise irigasi dadi padepokan Nimbasari sangsaya maju, akeh para murid sing padha teka nimba ilmu ana ing Nimbasari. Lajeng sawijining dinten menika Gandiwasi nyuwun pamit arep bakal nerusake kewajibane nyiarake agama islam ing tlatah Mataram lan pimpinan padepokan diserahake marang Ktut Wlingi.

Pirang taun wis kaliwat, banjur Dyah Wasiati gedhe dadi prawan ingkang ayune langka sing nandingi. Banjur akeh para bupati sing saperlu nglamar Dyah Wasiati dadi Garwane para bupati. Bupati menika saking Pinisihan, Beji, Sawangan, lan Bandingan. Sauwise kui Ktut Wlingi mikir kepriwe ana 4 bupati anduweni sedya nglamar anake yaiku Dyah Wasiati. Umpamane nampa salah sijine bupati mesti sing 3 bakal kuciwa, umpamane ditolak kepriwe. Banjur Wlingi Kusuma nduweni pinemu yen nentukaken sinten ingkang dados sisihanipun Dyah Wasiati, yaiku nganggo cara diwontenaken sayembara,sing menang perang tanding saged dados sisihanipun Dyah Wasiati. Dyah Wasiati satuju anggone pinemu kangmas Wlingi Kusuma. Para bupati uga satuju, banjur disediaken panggonan lan aturan supaya ora keleru.

Para bupati maju siji-siji perang tanding mungsuh Wlingi Kusuma. Nanging kabeh para bupati kalah. Para bupati mboten ikhlas menawa kekalahane, banjur nyuwun wektu sawetara kanggo ngimpun kekuatan lan strategi ben bisa ngalahake Wlingi Kusuma. Patemon menika dientenaken ing desa Penisihan, lan anduweni kesepakatan kanggo curang, ngroyok Wlingi Kusuma. Esuk dinten para bupati balik maning marang papan panggonan kanggo sayembara. Sadurunge Wlingi Kusuma siap tanding, kalima bupati maju nyerang lan mbinasaaken Wlingi Kusuma, banjur terus dimutilasi. Saben bupati njupuk tugelan awake Wlingi Kusuma kasebut ing daerah piambak-piambak. Amargi para bupati-bupati menika wedi yen tugelan awak menika nyambung lan urip maning.
• Bupati Beji nggawa kemaluan Wlingi Kusuma lan dikubur ing pinggir kali laban, anggon menika diwenehi nami Candi Sikontol
• Bupati Bandingan nggawa sikil Wlingi Kusuma lan ngubur ing daerah Bukit sadurunge desa Bandingan
• Bupati Pinisihan nggawa gembung utawa awak, lan dikubur ing ngisor Bukit Beser, saiki kasebut Palumbungan
• Bupati Sawangan nggawa sirahe Wlingi Kusuma, lan ngubur ing daerah Tlahab Kidul, saiki kasebut Candi Siregol
Kaluarga Ktut Wlingi saweg tetangis, amargi Wlingi Kusuma dipateni karo cara mutilasi. Para bupati balik marang padepokan Nimbasari arep njalok keputusan sapa sing dadi kakunge Dyah Wasiati amargi wong siji ora bisa dibagi 4. Banjur Dyah Wasiati anduweni pinemu yaiku badhe anggadhani panyuwunan dhumateng para bupati yaiku kanthi tapa mendem 7 dinten 7 dalu, Dyah Wasiati nyuwun kuburane mangke dipun paringi bambu kangge napas lan diparingi benang kangge tetenger menawi mangke benang katarik saking nginggil awrat punika tanda menawi ingkan Dyah Wasiati dereng pikantuk pituduh saking Gusti Allah,lan menawi benang katarik kraos enten menika pratela menawi ingkang Dyah Wasiati sampun pikantuk pituduh utawa wangsit saking Allah lan Dyah Wasiati nyuwun enggal dipun duduk kubur Dyah Wasiati.

Banjur Dyah Wasiati badhe milih sinten ingkang dados jodo. Ktut Wlingi lan Siti Rumbyah satuju lan para bupati uga satuju, banjur para bupati anggawe luwang kangge semedi Dyah Wasiati. Sauwise luwang dadi, banjur Dyah Wasiati mlebu ing luwang utawa kubur. Banjur para bupati lan wong tuane Dyah Wasiati nunggu ing saubenge luwang.

Pitung dinten sauwise kue, sauwise yakin menawi Dyah Wasiati wis oleh wangsit, mula kuburane dibukak. Nanging kagete para bupati lang wong tuane Dyah Wasiati ndeleng kedadean menika, amargi Dyah Wasiati sampun seda. Para bupati nangis lang nyuwun ngapura marang wong tuane Dyah Wasiati, banjur Ktut Wlingi ngomong “yen ana wong wadon sing ayu lan anduweni rambut dhawa lurus uripe ora bakal suwe”.

Kegiatan PAPELING

Loading...
 
Design by: Darmanto.com - Copyright © 2011. Papeling
Template by Creating Website - Powered by Blogger